ADAB KETIKA MENGUNJUNGI MASJID

Oleh: Syaikh ‘Abdul Hamid bin ‘Abdirrahman as-Suhaibani

1. Tidak mengotori masjid dan membersihkan segala kotoran yang ada di masjid apabila menemukannya, berdasarkan hadits:

البُزَاقُ فِي الْمَسْجِدِ خَطِيْئَةٌ وَكَفَّارَتُهَا دَفْنَةٌ.

Meludah di dalam masjid itu adalah suatu perbuatan dosa dan tebusannya adalah menguruknya.

HR. Al-Bukhori & Muslim.

2. Menjaganya diri dari segala bau yang tidak sedap, baik mulut maupun tubuh bagi orang-orang yang sholat sebagaimana hadits Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam:

مَنْ أَكَلَ مِنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ (يَعْنِيْ الثَّوْمَ) فَلاَ يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا.

Barangsiapa yang memakan buah pohon ini (bawang putih) maka janganlah sekali-kali ia mendekati masjid kami

HR. Al-Bukhori no. 853 & Muslim no. 561 (68).

3. Tidak melakukan jual – beli di dalam masjid, hal ini berdasarkan larangan Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam. 

4. Tidak meninggikan suara (bersuara keras) di dalam masjid, berdasarkan perkataan Umar Rodhiyallahu anhu :

لَوْ كُنْتُمَا مِنْ أَهْلِ الْبَلَدِ َلأَوْجَعْتُكُمَا، تَرْفَعَانِ أَصْوَاتَكُماَ فِي مَسْجِدِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Sekiranya kalian berdua berasal dari kota ini (Madinah), niscaya akan kupukul kalian berdua karena telah berani meninggikan suara (bersuara keras) di dalam masjid Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam.

HR. Al-Bukhari no. 470.

5. Hendaknya sholat dua raka’at sebelum duduk di dalam masjid berdasarkan hadits:

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلاَ يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ.

Apabila salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka hendaklah sholat dua rokaat sebelum ia duduk.

HR. Al-Bukhori no. 444 dan Muslim no. 714

6. Tidak boleh keluar masjid setelah dikumandangkannya adzan berdasarkan hadits dari Abu Sya’tsa’:

كُنَّا قُعُوْداً مَعَ أَبِيْ هُرَيْرَةَ z فِي الْمَسْجِدِ فَأَذَّنَ الْمُؤَذِّنُ، فَقَامَ رَجُلٌ يَمْشِيْ فَأَتْبَعَهُ أَبُوْ هُرَيْرَةَ بِبَصَرِهِ حَتَّى خَرَجَ مِنَ الْمَسْجِدِ فَقَالَ أَبُوْ هُرَيْرَةَ أَمَّا هَذَا فَقَدْ عَصَى أَبَا الْقَاسِمِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kami bersama-sama dengan Abu Hurairah Rodhiyallahu anhu di dalam masjid, kemudian muadzdzin mengumandangkan adzan, lantas ada seseorang berdiri dan keluar dari masjid, maka Abu Hurairah Rodhiyallahu anhu mengawasinya dengan pandangannya sampai orang itu keluar dari masjid. Setelah itu Abu Hurairah berkata: ‘Orang itu benar-benar telah mendurhakai Abul Qasim (Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam).

HR. Muslim no. 655

7. Membaca do’a ketika berjalan menuju masjid, berdasarkan hadits Ibnu ‘Abbas Rodhiyallahu anhuma :

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ وَهُوَ يَقُوْلُ. اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِيْ نُوْراً وَفِي لِسَانيِ نُوْرًا، وَاجْعَلْ فِي سَمْعِي نُوْرًا، وَاجْعَلْ فِي بَصَرِي نُوْرًا، وَاجْعَلْ مِنْ خَلْفِيْ نُوْرًا، وَمِنْ أَمَامِي نُوْرًا، وَاجْعَلْ مِنْ فَوْقِي نُوْرًا وَمِنْ تَحْتِي نُوْرًا، اللَّهُمَّ أَعْطِنِي نُوْرًا.

Bahwa Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam (apabila) pergi menuju masjid beliau Shollallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa mengucapkan do’a: Ya Allah, jadikanlah cahaya di hatiku, cahaya di lidahku, cahaya di pendengaranku, cahaya di mataku, cahaya dari belakangku, cahaya dari mukaku, cahaya dari atasku dan cahaya dari bawahku. Ya Allah berikanlah aku cahaya.

HR. Al-Bukhori no. 6316 dan Muslim no. 763 (191).

Disalin dari kitab Aadaab Islaamiyyah, Penulis ‘Abdul Hamid bin ‘Abdirrahman as-Suhaibani, Judul Bahasa Indonesia: Adab Harian Muslim Teladan, Penerjemah Zaki Rahmawan, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir Bogor, Cetakan Kedua Shafar 1427H – Maret 2006M.

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>