SEPUTAR SHOF WANITA DALAM SHALAT BERJAMA’AH DI MASJID

Oleh: Syaikh Muhammad bin Ibrahim

Syaikh Muhammad bin Ibrahim ditanya tentang ucapannya yang menyebutkan bahwa keutamaan shof-shof jama’ah wanita dalam masjid adalah kebalikan dari shof-shof jama’ah pria.

Jawaban

Hal ini berlaku jika kaum wanita melakukan sholat jama’ah bersama kaum pria. Sedangkan jika kaum wanita itu melaksanakan sholat jama’ah dengan sesama mereka saja, maka shof yang pertama adalah yang lebih utama dari pada shof yang kedua dan begitu seterusnya. Keutamaan ini juga berlaku jika mereka diimami oleh satu orang pria yang mana dalam pelaksanakan sholat berjama’ah itu tidak mengandung sesuatu yang menimbulkan fitnah. Pada kenyataannya, bahwa sholat-nya kaum wanita secara ber shof-shof dan berkelompok-kelompok tidak banyak diriwayatkan, tapi ada beberapa kisah yang diriwayatkan seperti demikian atau serupa dengannya, seperti hadits Ummu Waroqah. Adapun kebanyakan hadits yang ada adalah sholatnya kaum wanita bersama kaum pria.

Fatawa wa Rasa’il Syaikh Muhammad bin Ibrahim, 2/190

Disalin dari buku Al-Fatawa Al-Jami’ah Lil Mar’atil Muslimah, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita, penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan, terbitan Darul Haq, hal 136 penerjemah Amir Hamzah Fakhruddin

DISAMPING MASJID ADA LAHAN KOSONG YANG DIPAGARI DAN DIJADIKAN TEMPAT SHOLAT BAGI WANITA, APAKAH SAH IKUT BERMAKMUM DENGAN IMAM YANG BERADA DI MASJID?

Syaikh Abdul Aziz bin Abdulah bin Baz ditanya:

 

Di lingkungan kami ada masjid, di samping kirinya ada tanah yang telah dipagari dan berdekatan dengan masjid. Kami ingin menjadikan tempat tersebut sebagai tempat khusus untuk para wanita yang sholat di bulan romadhon. Bolehkah sholat di sana sementara mereka tidak melihat imam, dan hanya mengikuti melalui pengeras suara?

Jawaban

Sah dan tidaknya sholat mereka di tempat tersebut para ulama berbeda pendapat. Jika mereka tidak bisa melihat imam, dan para makmum yang berada dibelakangnya sementara mereka hanya bisa mengikuti melalui pengeras suara. Sebagai sikap hati-hati hendaklah tidak melakukan sholat di tempat tersebut.  Hendaknya mereka (kaum wanita) sholat di rumah-rumah mereka, kecuali jika mereka mendapatkan tempat di masjid, di belakang orang-orang yang sholat atau di luar masjid namun mereka bisa melihat imam atau sebagian makmum (yang shalat dibelakang imam).

MASJID LANTAI DUA KHUSUS UNTUK LAKI-LAKI DAN LANTAI 1 UNTUK WANITA, MEREKA BERMAKMUM MENGIKUTI PENGERAS SUARA, SAHKAH SHOLAT MEREKA?

Syaikh Abdul Aziz bin Abdulah bin Baz ditanya:

 

Kami memiliki masjid yang dibangun dua lantai, lantai atas untuk jama’ah laki-laki sedangkan lantai bawah dipakai untuk jama’ah wanita. Mereka ikut berjama’ah bersama kaum laki-laki, hanya saja tempatnya di bawah sedangkan kaum laki-laki diatas. Para wanita tersebut tidak melihat imam, bahkan tidak melihat shoff kaum laki-laki, akan tetapi mereka mendengar takbir melalui pengeras suara, bagaimana hukum sholat dalam keadaan seperti itu?

Jawaban

Dalam keadaannya seperti yang disebutkan tersebut maka seluruh jama’ah sah sholat-nya. Karena mereka semua berada di dalam masjid dan memungkinkan untuk mengikuti dengan mendengar suara imam melalui pengeras suara, inilah pendapat ulama yang lebih shohih.

Yang terjadi perbedaan pendapat adalah tentang sebagian makmum yang berada di luar masjid dalam keadaan tidak bisa melihat imam dan tidak pula melihat makmum (yang berada di dalam masjid).

Sumber Kitab Al-Fatawa Juz Awwal, Edisi Indonesia Fatawa bin Baaz, Penulis Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Penerjemah Abu Umar Abdillah, Penerbit At-Tibyan – Solo

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>