TANYA JAWAB SEPUTAR MENGUSAP KAUS KAKI SAAT BERWUDHU

Oleh: Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya :

Pertanyaan

Apa hukum mengusap kaos kaki dengan air pada waktu wudhu?

Jawaban

Syarat mengusap kaos kaki diantaranya adalah kaos kaki tersebut harus tebal dan menutupi seluruh permukaan kulit kaki. Jika kaos kaki tersebut tipis, maka tidak diperbolehkan ber-wudhu hanya dengan mengusapnya, karena jika kaos kaki tersebut terlalu tipis maka telapak kaki tidaklah tertutup dengan sempurna.

MENGUSAP KHUF DAN SHALAT DENGAN MEMAKAI SEPATU

Pertanyaan
Bolehkah berwudhu dengan mengusap kaos kaki yang terbuat dari katun atau wol atau nilon?, Apa saja syarat-syarat megusap khuf?, Dan bolehkah sholat dengan memakai sepatu?

Jawaban

Diperbolehkan megusap kaos kaki dengan syarat kaos kaki tersebut bersih dari najis dan menutupi seluruh permukaan kulit, sebagaimana diperbolehkan mengusap khuf. Hal ini berdasarkan sebuah hadits bahwa Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam pernah megusap kaos kaki dan sepatu. Begitu juga para sahabat Rodhiyallahu ‘anhum biasa mengusap kaos kaki ketika berwudhu. Perbedaan antara kaos kaki dengan khuf adalah khuf terbuat dari kulit, sedangkan kaos kaki biasanya terbuat dari katun atau yang sejenisnya.

 

Syarat-syarat mengusap khuf dan kaos kaki adalah:

  • Khuf dan kaos kaki tersebut benar-benar menutupi permukaan kulit
  • Khuf dan kaos kaki tersebut dipakai dalam keadaan suci (sudah berwudhu)
  • Khuf dan kaos kaki tersebut dipakai selama sehari semalam bagi orang yang mukim
  • Sedangkan bagi musafir, selama tiga hari tiga malam, tehitung dari hadats pertama setelah memakai kaos kaki tersebut.

Hal ini berdasarkan hadits-hadits shohih yang berkenaan dengan hal tersebut.

Diperbolehkan bagi kita untuk sholat dengan memakai sepatu, dengan syarat sepatu tersebut bersih dari najis. Hal ini berdasarkan hadits Al Bukhori dan Muslim yang menyatakan bahwa Nabi shalat dengan memakai sepatu atau sandal. Dan juga berdasarkan sebuah hadits riwayat Abu Said Rodhiyallahu ‘anhu bahwa Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Jika salah seorang diantara kalian masuk masjid, maka balikkanlah sandal (sepatu)nya. Jika ternyata sandal tersebut terkena najis, maka buanglah najis tersebut lalu sholatlah dengan memakainya”

HR Ahmad dan Abu Dawud dengan sanad Hasan

Akan tetapi apabila masjid tersebut memakai permadani (karpet) maka lebih baik sepatu tersebut dilepas dan diletakkan di tempat yang disediakan atau sepasang sepatu tersebut ditumpuk lalu diletakkan diantara kedua lututnya agar tidak mengotori masjid dan membuat kotor orang lain. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha penolong kepada kebaikan.

SYARAT-SYARAT MENGUSAP KHUF

Pertanyaan

Apakah mengusap khuf itu diperbolehkan untuk semua jenis khuf atau harus khuf jenis tertentu?

Jawaban

Mengusap khuf itu diperbolehkan dengan syarat khuf tersebut menutupi seluruh permukaan kulit dari telapak kaki sampai ke mata kaki dan khuf tersebut harus bersih dari najis. Khuf tersebut boleh terbuat dari kulit binatang yang halal seperti unta, sapi, kambing dan lain-lain. Dan khuf tersebut dipakai dalam keadaan suci dari hadats kecil (sesudah berwudhu).

Diperbolehkan mengusap kaos kaki yang terbuat dari katun atau wol atau sejenisnya, dengan syarat kaos kaki tersebut bisa menutupi kedua telapak kaki. Dalam hal ini kaos kaki tersebut hukumnya seperti khuf. Demikianlah pendapat para ulama yang lebih shohih, berdasarkan sebuah hadits yang menyatakan bahwa Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat Rodhiyallahu ‘anhum sering mengusap kaos kaki dan sepatu. Kaos kaki dan sepatu dihukumi seperti khuf karena fungsinya sama. Tentu saja hal ini harus sesuai dengan waktu mengusapnya sehari semalam bagi orang mukim dan tiga hari tiga malam bagi musafir terhitung sejak pertama kali mengusap dari hadats berdasar pendapat dari ulama yang paling shohih.

Perlu diketauhi bahwa mengusap khuf itu hanya berlaku untuk menghilangkan hadats kecil saja (kencing, kentut dan buang air besar). Adapun hadats besar tidak bisa dihilangkan dengan mengusap khuf. Orang yang berhadats besar harus melepaskan khuf agar kedua telapak kakinya bisa terbasuh oleh air ketika mandi junub. Hal ini berdasarkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Shofwan bin Asal Rodhiyallahu ‘anhu, dia berkata:

 

Ketika kami dalam keadaan musafir Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan apabila kami buang air besar, kencing dan tidur, tidak usah melepas khuf-khuf kami selama tiga hari tiga malam kecuali bagi yang junub.

HR An-Nasa’i ; 126, Tirmidzi : 89 lafal ini darinya dan Ibnu Khuzaimah dan dishohihkan oleh keduanya, sebagaimana diterangkan oleh Ibnu Hajar dalam Bulughul Maram.

Yang dimaksud dengan hadats besar adalah junub, haid dan nifas, sedangkan hadats kecil adalah kencing, kentut dan selainnya dari pembatal-pembatal wudhu Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala maha penolong

BATALNYA MENGUSAP KHUF APABILA KHUF TERSEBUT DILEPAS

Pertanyaan

Ada seorang laki-laki yang berwudhu dengn mengusap kaos kakinya, kemudian dia melepas kaos kaki tersebut ketika kakinya bau. Lalu dia sholat dan tidak membasuh kedua kakinya. Bagaimana hukum sholatnya dalam keadaan seperti ini?

Jawaban

Apabila dia melepas kaos kaki tersebut dalam keadaan masih mempunyai wudhu yang pertama (belum berhadats dari pertama kali dia memakai kaos kaki), maka berarti dia masih mempunyai wudhu dan lepasnya kaos kaki tersebut tidak berpengaruh apa-apa.

Tetapi apabila dia melepas kaos kaki tersebut setelah dia berhadats maka hukumnya batal dan dia harus mengambil air wudhu lagi seperti biasa, karena hukum bolehnya mengusap khuf akan hilang apabila khuf tersebut dilepas. Demikianlah pendapat para ulama yang paling shohih. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Penolong pada kebenaran.

Sumber: Kitab Al-Fatawa Juz Tsani, Penulis Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz, Edisi Indonesia Fatawa bin Baaz, Penerjemah Abu Abdillah Abdul Aziz, Penebit At-Tibyan Solo

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>